Tips Menghadapi Orang “Nakal” di Tanah Suci

Tips Menghadapi Orang “Nakal” di Tanah Suci

admin No Comment
Kegiatan Umrah

Trik ini hanya sekedar pengalaman pribadi, bukan sebagai panduan yang ideal untuk diterapkan pada setiap kejadian.

1) Jika anda naik taksi, dan supir ngomel-ngomel bilang jauh dan macet. Awalnya perjanjian ongkos sebesar 20 riyal, ditengah jalan, minta tambahan 10 riyal lagi.

Jika anda berani, sebaiknya anda bilang “nazzil hina” artinya “turun disini”, sambil tinggikan suara. Kalau mata dia melihat anda, pelototin aja.

Biasanya supir jawab, “esy inta za’lan?” artinya “kenapa kamu marah?”. Bilang aja “anta kaddzaab”. Kalau dia mau brenti, sebaiknya anda turun dan cari taksi lain. Kalau tidak brenti, lanjut aja.

Kalau pas turun dia minta tambahan ongkos, beri saja uang pas. Kalau ngomel-ngomel lagi. Tutup pintunya sambil dibanting. Tuman.

2) Petugas cleaning servis hotel biasanya menawarkan untuk membersihkan kamar tidur atau kamar mandi. Setelah selesai, ada sebagian pegawai yang minta uang. Ada yang dengan bahasa halus, ada yang kasar.

Kalau mintanya halus dan sambil malu-malu, dikasih juga gapapa,atau terserah anda. Tapi sebenarnya ada aturan gak boleh kasih uang pada mereka.

Kalau mintanya kasar, lawan aja. Tapi ingat, jangan sampai mukul atau menampar. Cukup dengan ucapan. Biasanya mereka akan lari kocar kacir.

3) Saat di Haram, ada orang mengaku sebagai pengungsi. Entah dari Palestina, Yaman atau negara lain. Biasanya mendekati jamaah haji Indonesia untuk minta uang.

Kalau dia halus dan diberi 1 riyal mau, maka lakukan dan ikhlaskan. Tapi kalau minta uang banyak dan memaksa, tangkap tangannya dan foto mukanya. Bilang saja “saya laporkan kamu ke polisi.”

Tetap waspada. Sebaiknya jamaah haji yang lansia atau ibu-ibu jangan biarkan pergi sendirian.

Penulis: Budi Marta Saudin

Leave a Reply